BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Komputer merupakan perangkat yang sangat membantu pekerjaan manusia. Hampir semua bidang memanfaatkan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan manusia. Sejalan dengan itu, diperlukan pengetahuan komputer yang cukup baik untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan komputer karena permasalahan kerusakan komputer merupakan masalah yang cukup kompleks. Kerusakan komputer umumnya dibedakan menjadi dua yaitu, kerusakan perangkat keras (hardware) dan kerusakan pada perangkat lunak (software). Aplikasi ini memanfaatkan teknologi sistem pakar yang berfungsi sebagai pengganti organisasi/seseorang yang ahli dalam bidangnya. Sistem pakar timbul karena adanya permasalahan pada suatu bidang khusus yang spesifik dimana user menginginkan suatu solusi dari permasalahan tersebut diselesaikan dengan mendekati cara-cara pakar dalam menyelesaikan masalah. Perancangan aplikasi sistem pakar ini memanfaatkan metode backward chaining. Metode backward chaining dapat menjelaskan secara tepat tujuan apa yang dicoba untuk dipenuhi. Metode ini sesuai digunakan untuk memecahkan masalah diagnose (Schnupp, 1989). Berdasarkan teknik dalam troubleshooting komputer, maka teknik backward adalah tekik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah dinyalakan (dialiri listrik). Sehingga mempermuda user dalam mendeteksi kerusakan pada komputernya.
Rumusan Masalah
Bagaimana merancang dan mengimplementasikan aplikasi sistem pakar berbasis web untuk mendeteksi kerusakan perangkat keras komputer dengan metode backward chaining?
Bagaimana aplikasi ini dapat membantu user dalam menemukan kerusakan yang terjadi pada perangkat keras komputer?
Batasan Masalah
Aplikasi sistem pakar ini dirancang dengan memanfaatkan metode backward chaining untuk membantu mengatasi masalah kerusakan perangkat keras komputer saja.
Data-data yang digunakan untuk uji coba implementasi aplikasi sistem pakar ini adalah printer, mouse, motherboard, harddisk dan monitor.
Tujuan Peneltian
Merancang dan membangun aplikasi yang dapat membantu pemakai komputer untuk mengatasi masalah atau kerusakan pada perangkat keras komputer, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya perbaikan.
BAB II
TINJAUANPUSTAKA
Sistem pakar didefinisikan sebagai sebuah sistem berbasis pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut (Martin & Oxman, 1988). Basis Pengetahuan yang diperoleh diambil dari pengalaman seorang pakar maupun teori-teori yang ada pada bidang yang spesifik saja, oleh karena itu sistem pakar memilikiketerbatasan.
Komponen utama dalam sebuah arsitektur sistem pakar adalah basis pengetahuan, mesin penarik kesimpulan, fasilitas akuisisi pengetahuan, subsistem penjelasan, dan user interface. Secara umum arsitektur sistem pakar dapat dilihat pada Gambar 2.1. Penjelasan untuk masing-masing komponen adalah sebagai berikut:
1. Basis Pengetahuan (KnowledgeBase)
Basis pengetahuan merupakan bagian yang paling penting pada sistem pakar karena keahlian dari pakar disimpan didalamnya. Basis pengetahuan berisi fakta-fakta yang didapat dari seorang ahli dan diimplementasikan ke dalam sistem komputer dengan menggunakan metode representasi pengetahuan tertentu. Metode representasi pengetahuan adalah cara untuk menstrukturkan pengetahuan yang dimiliki oleh pakar agar mudah diolah oleh komputer. Representasi sistem pakar berbasis rule adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun sedemikian rupa dengan struktur IF.. THEN.. dengan relasi AND, OR atau kombinasi AND danOR.
2. Mesin Inferensi (InferenceEngine)
Mesin inferensi merupakan bagian dari sistem pakar yang bertugas untuk menemukan solusi yang tepat dari banyaknya solusi yang ada. Proses yang dilakukan dalam mesin inferensi adalah bagaimana pengambilan keputusan terhadap konsultasi yang terjadi dan proses penalaran pada basis pengetahuan yang dimilikinya. Untuk mendapatkan kesimpulan terdapat dua metode penalaran, yaitu metode pelacakan ke depan (forward chaining) dan metode pelacakan ke belakang (backward chaining).
3. Subsistem Penjelasan (ExplanationSubsystem)
Subsistem penjelasan merupakan kemampuan untuk memberikan penjelasan atas sebuah kesimpulan yang diberikan.
4. Knowledge acquisition adalah proses mendapatkan pengetahuan dari seorang pakar dan biasanya ditampilkan oleh pengolah pengetahuan (knowledge engineer). Pengolah pengetahuan mewawancarai pakar-pakar dan mengumpulkan pengetahuan yang ada dari manusia. Pengetahuan atau data-data yang dikumpulkan disebut sebagai knowledge base.
5. UserInterface
User interface merupakan bagian dari sistem pakar yang berfungsi sebagai pengendali input output. user interface melayani pengguna selam proses konsultasi mulai dari tanya jawab untuk mendapatkan fakta-fakta yang dibutuhkan mesin inferensi sampai menampilkan output yang merupakan kesimpulan/rekomendasi yang dihasilkan oleh mesininferensi.
Menurut Nadhief (2006), terdapat dua macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer (Nadhief, 2006), yaitu:
I ) Teknik Forward
Dalam teknik ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang dealer komputer yang sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan (dialiri listrik, sebagai contoh:
Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua hardware yang telah terpasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel power supply ke soket power pada motherboard.
Untuk casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch sudah terpasang denganbenar.
II )Teknik Backward
Teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah “jam terbang” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar, sebagai contoh:
a. Floppy Disk yang tidak dapat membaca disket denganbaik.
b. Komputer tidak mau menyala saat tombol power padacasing dinyalakan.
Untuk memulai perancangan sistem pakar ini, basis pengetahuan merupakan komponen awal yang harus dibuat untuk merancang aplikasi sistem pakar. Adapun basis data pengetahuan dalam sistem ini meliputi data kesimpulan terhadap masalah-masalah yang sering dijumpai pada kerusakan perangkat komputer. Dalam penelitian ini data yang digunakan sebagai sample adalah kerusakan yang terjadi pada printer, hardisk, mouse, monitor dan motherboard.
Tahap selanjutnya dari perancangan aplikasi ini adalah perancangan tabel-tabel yang akan membentuk database yaitu terdapat 23 (dua puluh tiga) tabel yang terdiri atas 10 (sepuluh) tabel troubleshooting komputer dan 13 (tiga belas) tabel pendukung aplikasi.
BAB 3
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
Tahap selanjutnya dari perancangan aplikasi ini adalah perancangan tabel-tabel yang akan membentuk database yaitu terdapat 23 (dua puluh tiga) tabel yang terdiri atas 10 (sepuluh) tabel troubleshooting komputer dan 13 (tiga belas) tabel pendukung aplikasi.
Setelah perancangan database dan relasi antar tabel, dilanjutkan dengan merancang Diagram Arus Data (DAD) merupakan gerakan data melalui sebuah sistem, mulai dari masuk sampai ke tujuannya. Diagram DAD yang pertama kali digambarkan adalah yang level teratas dan diagram ini disebut dengan context diagram. Dari context diagram ini kemudian akan digambarkan dengan lebih rinci lagi disebut diagram level 1. Tiap-tiap proses akan digambarkan secara lebih terinci lagi.
Diagram Arus Data level 1, merupakan penjabaran proses lebih detail dari
konteks diagram.
Keterangan:
Keterangan:
2.
Aplikasi melakukan analisa berdasarkan data-data yang diperoleh dari pengguna.
Hasil analisa akan menentukan daftar masalah dan solusi yang sesuai untuk
komputer pengguna tersebut.
3. Data solusi diberikan kepada pengguna.
4. Admin melakukan pengelolaan
terhadap aplikasi.
5. Admin mendapatkan informasi
dari pengelolaan dalam aplikasi.
Keterangan:
1. User umum dapat melalukan transaksi
pada sistem web.
2. User umum dapat melalukan
transaksi pada sistem pakar.
3. User dapat melihat sistem yang
bersifat informasi
4. User
administrator dapat melakukan setup data sistem
pakar dan
setup data
sistem web dengan cara harus login dan data valid.
5. Setup sistem
pakar akan berhubungan dengan tabel-tabel data yang ditampung dalam table-tabel pakar.
6. Setup sistem web akan berhubungan
dengan tabel-tabel data yang ditampung dalam table-tabel web.
Mekanisme inferensi adalah bagian dari
system pakar yang melakukan penelusuran dengan menggunakan isi daftar aturan
berdasarkan urutan pola tertentu. Selama proses konsultasi antar sistem dan
pemakai, mekanisme inferensi menguji aturan satu demi satu sampai kondisi
aturan itu benar. Dalam hal ini teknik yang digunakan dalam mekanisme inferensi
untuk pengujian aturan adalah penelusuran mundur (backward chaining).
Dalam mencari
kerusakan komputer dan mencari penyebab gangguan komputer akan dimulai dengan
memberikan pertanyaan mengenai gangguan yang dialami atau dengan memberikan
daftar macam kerusakan sehingga diperoleh suatu diagnosa kerusakan dan hasil
akhir kesimpulan kerusakan komputer tersebut. Pada Gambar 3.4. merupakan proses
pelacakan aturan (rule).
1. Informasi di cek dalam basis aturan,
apakah ada aturan yang sesuai.
2.
Jika benar, maka simpan aturan dalam basis aturan dan jika salah maka cek
aturan berikutnya.
3.
Jika aturan berikutnya benar maka cek aturan berikutnya dan diulang sampai
kondisi benar. Namun jika salah maka proses
selesai.
Keterangan:
1. Mulai
2. Kemudian, baca data gejala
3. Diberikan daftar pertanyaan
4. Dari pertanyaan, kemudian
dibaca pada data kerusakan.
5. Setelah mendapat data
kerusakan maka didapatkan kesimpulan
6. Selesai
Setelah proses perancangan mesin interferensi untuk aplikasi sistem
pakar ini, selanjutnya dalah merancang desain antarmuka (interface) Secara garis besar, antarmuka aplikasi ini terdiri dari
dua bagian yaitu untuk antamuka untuk user dan antarmuka untuk admin. Untuk mempermudah
pembuatan antarmuka, terlebih dahulu dirancang HIPO (Hierarchy Plus Input-Process-
Output) atau
HIPO Chart untuk menentukan fungsi-fungsi program, HIPO untuk user dan HIPO
untuk admin dapat dilihat di bawah ini :
BAB
IV
KESIMPULAN
Kesimpulan yang bisa
diambil dari penelitian adalah bahwa teori system pakar dapat digunakan untuk
membantu menyelesaikan sebagai masalah dalam berbagai bidang ilmu, salah
satunya adalah masalah kerusakan perangkat keras computer yang sering sekal
dijumpai oleh para pemakai computer. Aplikasi system pakar untuk mendeteksi
kerusakan perangkat keras computer menggunakan metode backward chaining yaitu
metode yang dimulai dari pencarian solusi dan kesimpulan kemudian menelusuri
fakta-fakta yang ada hingga menemukan solusi yang sesuai dengan fakta-fakta
yang diberikan oleh pengguna. Backward chaining merupakan proses penalaran
dengan pendekatan goal-driven. Pendekatan goal-driven memulai titik
pendekatannya dari goal yang akan dicari nilainya kemudian aan bergerak untuk
mencari informasi yang mendukung goal tersebut. Aplikasi ini diharapkan dapat
membantu pengguna computer yag ingin mengetahui maslaah kerusakan pada computer
dan segera melakukan perbaikan.
DAFTAR
PUSTAKA
- Arhami, M 20015 konsep dasar system pakar, Yogyakarta: Andi Offset.
- Kusrini, 20016, system pakar teori dan aplikasi, Yogyakarta: Andi Offset.
- Martini, J. & Oxman, S, 198, Building Expert System a tutorial. New Jersey: Prentice Hall.
- Nadhief, A, 2009, Pengetahuan Troubleshooting Komputer.
- Schnupp, Edward H, 1989, Building Expert System in Prolog, Munich: Amzilinc.
- Wilson, B, 1998, The Artificial Intelligent Directory
(http://www.cse.unsw.edu.au/~billw/aidict.html)







