Rabu, 14 Agustus 2019

5 CASING PC GAMING TEMPERED GLASS





  5 CASING PC GAMING TEMPERED GLASS

        Untuk seorang gamer memiliki pc gaming dengan performa terbaik tidaklah cukup , terkadang seorang gamer ingin memiliki pc dengan tampilan dan visual yang mendukung dan indah dipandang , seolah - olah pc nya tersebut membuat kepercayaan dirinya bertambah dalam bermain game.

      Untuk memiliki pc yang keren tidak harus dengan biaya yang mahal , karena di pasaran ,            pc casing dengan harga murah dan memiliki visual yang indah sudah banyak dan bervariasi.

     Berikut ini 10 Casing PC terbaik :


1. ENLIGHT MEDUSA RGB







      Dominasi warna hitam menjadikan casing PC gaming terbaik yang satu ini tidak hanya terlihat sangar. Namun juga unik karena warnanya yang lebih gelap. Berbeda dari casing PC gaming kebanyakan yang biasanya dibuat dalam dominasi warna terang seperti putih dan biru. Tidak hanya warnanya namun material casingnya dari acrylic membuatnya semakin berkelas.

       Memiliki tempered glass di samping dan RGB ambient light yang dapat diatur sesuai dengan apa yang diinginkan, menjadikan casing ini tidak kalah dengan casing yang lain

Spesifikasi :

Model : MEDUSA
Size : 380 X 200 X 440 mm
AMBIEN LIGHT CONTROL SYNC WITH MAINBOARD
3.5″ x 2 / 2.5″ x 2 / USB 2.0 x 2 / USB 3 x 1
FAN UP TO 8 FAN
Motherboard : Standart ATX, Micro ATx
Power Supply : Optional Standart ATX
Up to 370mm Graphic Card
INCLUDE
TEMPERED Side Panel
Magnetic cover (Top)
Support Micro ATX dan ATX size Motherboard
Support Water Cooling 120/240mm





2. DIGITAL ALLIANCE UNICORN GALAXY 






           Digital Alliance baru merilis Casing terbaru yaitu Unicorn Galaxy yang merupakan casing komputer dengan material steel plate dan dilengkapi dengan Tempered Glass di sisi depan serta kanan. 
          Casing ini memiliki ukuran drive bays 1 x 2.5″dan 2 x 3.5". Mainboard M-ATX ini memiliki Bracket Slot 4. Casing Unicorn ini juga dilengkapi dengan super speed USB 2.0, USB 3.0, Audio, Microphone.  Casing ini juga sudah men-support Aura Sync RGB yang menyuguhkan design elegant.

Spesifikasi :

Model : Unicorn Galaxy
Case Type : Mini Tower
Dimension (L x W x H) : 390 x 188 x 372mm
Right Side : Tempered Glass
Left Side : Plate
Color : Black
Bracket Slot : 4
Drive Bays SSD :1 x 2.5″
Drive Bays HDD : 2 x 3.5″
Motherboards : M-ATX, ITX
I/O Ports : USB 2.0, USB 3.0, Audio Jack, Microphone Jack
Fan Support Front : 1 x 12 cm
Fan Support Rear : 1 x 9 cm
Cable Management Support : Yes
Features : Suport Aura Sync & Mystic Light Sync



3. IMPERION NEO 502


      Casing ini memiliki penampilan yang tidak kalah dengan casing armageddon dan alliance ,dimana di bagian samping casing full Acrylic dan juga di bagian depan , casing ini sangat cocok untuk pc gaming tingkat menengah , karena harga nya juga bisa disesuaikan dengan budget anda.

Spesifikasi :

Fan Color : RainboW
Chassis Size : 396 x 185 x 456 mm
Case Size : 427 x 185 x 460 mm
Port : 1 x USB 3.0, 2 x USB 2.0 ; 1 Card reader
Drive Bays : HDD x 2 ; SSD x 2
PCI : PCI-E x 7
VGA Card Length Maximum : 360 mm
CPU Height Maximum : 159 mm
M/B : ATX / M-ATX / MINI-iTX
Material / Thickness : 0.5 mm SPCC, Full black Chassis
Fan Space (Included) : 3 x 12 cm fan in Front Board, 1 x 12 cm fan in Rear Board



4. CONQUER




     Conquer menjelma dalam desain DNA COUGAR yang luar biasa dan konsisten, menunjukkan inspirasi industri / militernya dalam ciptaan baru yang menakjubkan. Dibuat dengan  paduan aluminium yang kuat, dan dengan desain yang tak diragukan lagi hadir di setiap inci tubuhnya, casing ini adalah karya seni yang telah disempurnakan. 
     Konsep kerangka terbuka ini terdiri dari bingkai paduan aluminium yang kuat, dan diapit oleh dua panel  tempered glass setebal 5mm yang menghadirkan desain penuh gaya dengan banyak visibilitas internal.  

Spesifikasi :

Middle Tower
Motherboard: Mini ITX / MicroATX / ATX
7 x Expansion Slots
3 x 3.5 Inch Drive Bay
4 x 2.5 Inch Drive Bay
I/O Ports : USB3.0 x 2 / Mic x 1 / Audio x 1
Tempered Glass Cover
Support Water Cooling
Max. Graphics Card Length : 350mm
Max. CPU Cooler Height : 190 (mm)
3 x COUGAR CFD120 LED Fan
Cable Management



5. ARMAGEDON HAGANE H3

     Armaggeddon HAGANE H3 PC Casing Gaming merupakan casing komputer yang memiliki panel kaca depan tempered berwarna gelap dan sisi ganda yang juga menggunakan panel kaca tempered. 
     Dengan SPCC 0.6mm yang menggunakan struktur baja lapisan hitam. Casing ini mendukung grafic card hingga 300mm dan mendukung hingga 160mm CPU Cooler.

Spesifikasi:

Panel kaca depan tempered
Sisi ganda panel kaca tempered
SPCC 0.6mm struktur baja lapisan hitam
Mendukung hingga 160mm CPU Cooler
Mendukung kartu grafis hingga 300mm1x port kecepatan tinggi USB3.0
2x USB2.0
1x port HD-Audio
1x Port mikrofon
2x 2.5 Inch SSD Drive
2x3.5" HDD drive bay
7x Expansion slots

Minggu, 20 Januari 2019

sistem pakar backward chaining

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Komputer merupakan perangkat yang sangat membantu pekerjaan manusia. Hampir semua bidang memanfaatkan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan manusia. Sejalan dengan itu, diperlukan pengetahuan komputer yang cukup baik untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan komputer karena permasalahan kerusakan komputer merupakan masalah yang cukup kompleks. Kerusakan komputer umumnya dibedakan menjadi dua yaitu, kerusakan perangkat keras (hardware) dan kerusakan pada perangkat lunak (software). Aplikasi ini memanfaatkan teknologi sistem pakar yang berfungsi sebagai pengganti organisasi/seseorang yang ahli dalam bidangnya. Sistem pakar timbul karena adanya permasalahan pada suatu bidang khusus yang spesifik dimana user menginginkan suatu solusi dari permasalahan tersebut diselesaikan dengan mendekati cara-cara pakar dalam menyelesaikan masalah. Perancangan aplikasi sistem pakar ini memanfaatkan metode backward chaining. Metode backward chaining dapat menjelaskan secara tepat tujuan apa yang dicoba untuk dipenuhi. Metode ini sesuai digunakan untuk memecahkan masalah diagnose (Schnupp, 1989). Berdasarkan teknik dalam troubleshooting komputer, maka teknik backward adalah tekik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah dinyalakan (dialiri listrik). Sehingga mempermuda user dalam mendeteksi kerusakan pada komputernya.

Rumusan Masalah
Bagaimana merancang dan mengimplementasikan aplikasi sistem pakar berbasis web untuk mendeteksi kerusakan perangkat keras komputer dengan metode backward chaining?
Bagaimana aplikasi ini dapat membantu user dalam menemukan kerusakan yang terjadi pada perangkat keras komputer?

Batasan Masalah
Aplikasi sistem pakar ini dirancang dengan memanfaatkan metode backward chaining untuk membantu mengatasi masalah kerusakan perangkat keras komputer saja.
Data-data yang digunakan untuk uji coba implementasi aplikasi sistem pakar ini adalah printer, mouse, motherboard, harddisk dan monitor.

Tujuan Peneltian
Merancang dan membangun aplikasi yang dapat membantu pemakai komputer untuk mengatasi masalah atau kerusakan pada perangkat keras komputer, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya perbaikan.




BAB II

TINJAUANPUSTAKA

Sistem pakar didefinisikan sebagai sebuah sistem berbasis pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut (Martin & Oxman, 1988). Basis Pengetahuan yang diperoleh diambil dari pengalaman seorang pakar maupun teori-teori yang ada pada bidang yang spesifik saja, oleh karena itu sistem pakar memilikiketerbatasan.

Komponen utama dalam sebuah arsitektur sistem pakar adalah basis pengetahuan, mesin penarik kesimpulan, fasilitas akuisisi pengetahuan, subsistem penjelasan, dan user interface. Secara umum arsitektur sistem pakar dapat dilihat pada Gambar 2.1. Penjelasan untuk masing-masing komponen adalah sebagai berikut:


1. Basis Pengetahuan (KnowledgeBase)
Basis pengetahuan merupakan bagian yang paling penting pada sistem pakar karena keahlian dari pakar disimpan didalamnya. Basis pengetahuan berisi fakta-fakta yang didapat dari seorang ahli dan diimplementasikan ke dalam sistem komputer dengan menggunakan metode representasi pengetahuan tertentu. Metode representasi pengetahuan adalah cara untuk menstrukturkan pengetahuan yang dimiliki oleh pakar agar mudah diolah oleh komputer. Representasi sistem pakar berbasis rule adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun sedemikian rupa dengan struktur IF.. THEN.. dengan relasi AND, OR atau kombinasi AND danOR.
2. Mesin Inferensi (InferenceEngine)
Mesin inferensi merupakan bagian dari sistem pakar yang bertugas untuk menemukan solusi yang tepat dari banyaknya solusi yang ada. Proses yang dilakukan dalam mesin inferensi adalah bagaimana pengambilan keputusan terhadap konsultasi yang terjadi dan proses penalaran pada basis pengetahuan yang dimilikinya. Untuk mendapatkan kesimpulan terdapat dua metode penalaran, yaitu metode pelacakan ke depan (forward chaining) dan metode pelacakan ke belakang (backward chaining).
3. Subsistem Penjelasan (ExplanationSubsystem)
Subsistem penjelasan merupakan kemampuan untuk memberikan penjelasan atas sebuah kesimpulan yang diberikan.
4.  Knowledge acquisition adalah proses mendapatkan pengetahuan dari seorang pakar dan biasanya ditampilkan oleh pengolah pengetahuan (knowledge engineer). Pengolah pengetahuan mewawancarai pakar-pakar dan mengumpulkan pengetahuan yang ada dari manusia. Pengetahuan atau data-data yang dikumpulkan disebut sebagai knowledge base.
5. UserInterface
User interface merupakan bagian dari sistem pakar yang berfungsi sebagai pengendali input output. user interface melayani pengguna selam proses konsultasi mulai dari tanya jawab untuk mendapatkan fakta-fakta yang dibutuhkan mesin inferensi sampai menampilkan output yang merupakan kesimpulan/rekomendasi yang dihasilkan oleh mesininferensi.

Menurut Nadhief (2006), terdapat dua macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer (Nadhief, 2006), yaitu:

I ) Teknik Forward

Dalam teknik ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang dealer komputer yang sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan (dialiri listrik, sebagai contoh:
Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua hardware yang telah terpasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel power supply ke soket power pada motherboard.
Untuk casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch sudah terpasang denganbenar.

II )Teknik Backward

Teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah “jam terbang” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar, sebagai contoh:
a. Floppy Disk yang tidak dapat membaca disket denganbaik.
b. Komputer tidak mau menyala saat tombol power padacasing dinyalakan.




BAB 3
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

Untuk memulai perancangan sistem pakar ini, basis pengetahuan merupakan komponen awal yang harus dibuat untuk merancang aplikasi sistem pakar. Adapun basis data pengetahuan dalam sistem ini meliputi data kesimpulan terhadap masalah-masalah yang sering dijumpai pada kerusakan perangkat komputer. Dalam penelitian ini data yang digunakan sebagai sample adalah kerusakan yang terjadi pada printer, hardisk, mouse, monitor dan motherboard.
Tahap selanjutnya dari perancangan aplikasi ini adalah perancangan tabel-tabel yang akan membentuk database yaitu terdapat 23 (dua puluh tiga) tabel yang terdiri atas 10 (sepuluh) tabel troubleshooting komputer dan 13 (tiga belas) tabel pendukung aplikasi.


Setelah perancangan database dan relasi antar tabel, dilanjutkan dengan merancang Diagram Arus Data (DAD) merupakan gerakan data melalui sebuah sistem, mulai dari masuk sampai ke tujuannya. Diagram DAD yang pertama kali digambarkan adalah yang level teratas dan diagram ini disebut dengan context diagram. Dari context diagram ini kemudian akan digambarkan dengan lebih rinci lagi disebut diagram level 1. Tiap-tiap proses akan digambarkan secara lebih terinci lagi.

Keterangan:
1. Pengguna memberikan data keluhan / masalah yang terjadi pada komputernya ke aplikasi.
2. Aplikasi melakukan analisa berdasarkan data-data yang diperoleh dari pengguna. Hasil analisa akan menentukan daftar masalah dan solusi yang sesuai untuk komputer pengguna tersebut.
3. Data solusi diberikan kepada pengguna.
4. Admin melakukan pengelolaan terhadap aplikasi.
5. Admin mendapatkan informasi dari pengelolaan dalam aplikasi.

Diagram Arus Data level 1, merupakan penjabaran proses lebih detail dari konteks diagram.


Keterangan:
1. User umum dapat melalukan transaksi pada sistem web.
2. User umum dapat melalukan transaksi pada sistem pakar.
3. User dapat melihat sistem yang bersifat informasi
4. User administrator dapat melakukan setup data sistem pakar dan
setup data sistem web dengan cara harus login dan data valid.
5. Setup sistem pakar akan berhubungan dengan tabel-tabel data yang ditampung dalam table-tabel pakar.
6. Setup sistem web akan berhubungan dengan tabel-tabel data yang ditampung dalam table-tabel web.

Mekanisme inferensi adalah bagian dari system pakar yang melakukan penelusuran dengan menggunakan isi daftar aturan berdasarkan urutan pola tertentu. Selama proses konsultasi antar sistem dan pemakai, mekanisme inferensi menguji aturan satu demi satu sampai kondisi aturan itu benar. Dalam hal ini teknik yang digunakan dalam mekanisme inferensi untuk pengujian aturan adalah penelusuran mundur (backward chaining).

Dalam mencari kerusakan komputer dan mencari penyebab gangguan komputer akan dimulai dengan memberikan pertanyaan mengenai gangguan yang dialami atau dengan memberikan daftar macam kerusakan sehingga diperoleh suatu diagnosa kerusakan dan hasil akhir kesimpulan kerusakan komputer tersebut. Pada Gambar 3.4. merupakan proses pelacakan aturan (rule).


 Keterangan:
1. Informasi di cek dalam basis aturan, apakah ada aturan yang sesuai.
2. Jika benar, maka simpan aturan dalam basis aturan dan jika salah maka cek aturan berikutnya.
3. Jika aturan berikutnya benar maka cek aturan berikutnya dan diulang sampai kondisi benar. Namun jika salah maka proses selesai.


Keterangan:
1. Mulai
2. Kemudian, baca data gejala
3. Diberikan daftar pertanyaan
4. Dari pertanyaan, kemudian dibaca pada data kerusakan.
5. Setelah mendapat data kerusakan maka didapatkan kesimpulan
6. Selesai

Setelah proses perancangan mesin interferensi untuk aplikasi sistem pakar ini, selanjutnya dalah merancang desain antarmuka (interface) Secara garis besar, antarmuka aplikasi ini terdiri dari dua bagian yaitu untuk antamuka untuk user dan antarmuka untuk admin. Untuk mempermudah pembuatan antarmuka, terlebih dahulu dirancang HIPO (Hierarchy Plus Input-Process- Output) atau HIPO Chart untuk menentukan fungsi-fungsi program, HIPO untuk user dan HIPO untuk admin dapat dilihat di bawah ini :




BAB IV

KESIMPULAN

                Kesimpulan yang bisa diambil dari penelitian adalah bahwa teori system pakar dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan sebagai masalah dalam berbagai bidang ilmu, salah satunya adalah masalah kerusakan perangkat keras computer yang sering sekal dijumpai oleh para pemakai computer. Aplikasi system pakar untuk mendeteksi kerusakan perangkat keras computer menggunakan metode backward chaining yaitu metode yang dimulai dari pencarian solusi dan kesimpulan kemudian menelusuri fakta-fakta yang ada hingga menemukan solusi yang sesuai dengan fakta-fakta yang diberikan oleh pengguna. Backward chaining merupakan proses penalaran dengan pendekatan goal-driven. Pendekatan goal-driven memulai titik pendekatannya dari goal yang akan dicari nilainya kemudian aan bergerak untuk mencari informasi yang mendukung goal tersebut. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu pengguna computer yag ingin mengetahui maslaah kerusakan pada computer dan segera melakukan perbaikan. 


DAFTAR PUSTAKA

  • Arhami, M 20015 konsep dasar system pakar, Yogyakarta: Andi Offset.
  • Kusrini, 20016, system pakar teori dan aplikasi, Yogyakarta: Andi Offset.
  • Martini, J. & Oxman, S, 198, Building Expert System a tutorial. New Jersey: Prentice Hall.

  • Nadhief, A, 2009, Pengetahuan Troubleshooting Komputer.

  • Schnupp, Edward H, 1989, Building Expert System in Prolog, Munich: Amzilinc.

  • Wilson, B, 1998, The Artificial Intelligent Directory

            (http://www.cse.unsw.edu.au/~billw/aidict.html)